Dika tiba-tiba merasa dejavu. Cuaca hari ini benar-benar cerah. Jujur, Dika agak trauma dengan suasana seperti ini karena satu bulan yang lalu, dengan vibes serupa … Dika yang mengira itu adalah hari paling bahagia baginya, ternyata malah sebaliknya. Hari yang paling membuatnya sedih, bahkan kesedihannya masih terasa sampai sekarang. Bagaimana tidak, Dika ibarat dihantam rasa sakit dari segala arah. Tentang ibunya yang meninggal, juga tentang Eva yang pergi meninggalkannya. Namun, setelah waktu berlalu, kini Dika perlahan mulai pulih. Ia sudah bisa berdamai dengan keadaan. Ia juga bisa menerima kenyataan bahwa beginilah takdirnya. Sampai kapan pun Eva hanya menganggapnya kakak. Entah Ardi datang ke sini atau tidak, Dika yakin perasaan Eva akan tetap sama. “Gila, ngantuk banget,” ucap