Elan menemukan Asa sendiri saat itu tengah melangkah menuju pintu keluar dari Asrama Merah. Ia tepuk kedua pundaknya. Plok. Wanita itu membalik badan dan melihat ke arah Elan. Langsung mencubit kedua pipi anak remaja laki-laki bertubuh tinggi itu seperti sedang mengajak ribut saja. "Zhaa-... kkkeet..." respon Elan kesakitan, tapi ia tidak melakukan pemberontakan atau berusaha agar dilepaskan. Karena sejatinya ia sangat menikmati hal yang sedang ia alami saat itu. Wanita itu tersenyum dengan wajah yang sangat lembut. Ia pun bertanya, "Ucuk ucuk ucuk, aduh adek aku yang paling aku sayang. Duduk di mana kamu saat perkenalan kita barusan?" "A, Aku duduk di posisi yang paling b, belakang, Kak Asa. Sebelah kanan dari sudut pandang Kakak," jawab Elan cukup kesulitan. Wanita itu pun melepas cu