Beberapa saat kemudian. Di apartemennya sendiri. “SAYA MOHON, BAPAK DELVIN ASATSUKA ACKERMAN REIKI PRANADIPA SENNA ATAU SIAPA SAJA LAH NAMA ANDA!” pohon Asa seraya membungkukkan tubuh dalam dalam di hadapan pria itu. Delvin. Atau Asa Senior. Delvin yang tengah duduk di kursi ruangan kerja Asa memangkukan kepala di atas permukaan meja. Menggerus pikirannya sendiri untuk mempertimbangkan sang adik yang sudah berkali-kali berusaha mengakhiri hidup. Ia khawatir kalau keinginannya ditolak. Asa akan melakukan hal ekstrim lagi karena ia sangat impulsif beberapa waktu terakhir ini. Tapi, bukan berarti apa pun yang ia pinta bisa begitu saja dikabulkan. Tidak semua hal bisa dilakukan bahwa apabila seseorang memiliki begitu banyak uang, kawan! +++++++ Beberapa saat sebelumnya. Di rumah makan y

