"Ya, Leo," jawab Isabella, air mata kebahagiaan akhirnya menetes bebas di pipinya. Senyumnya sekarang luas dan cerah, menerangi seluruh wajahnya. "Kamu akan menjadi seorang ayah. Aku hamil. Empat minggu." Dunia seakan berhenti berputar bagi Leonardo DeVincenzo. Rasa sakit di bahunya dan juga segala kekacauan semuanya memudar menjadi latar belakang yang tidak penting. Satu-satunya hal yang nyata adalah wanita di hadapannya dan kehidupan baru yang mereka ciptakan. Matanya berkaca-kaca, mengikuti Isabella. "Benarkah?" desisnya, suaranya serak karena emosi yang tertahan. Tangannya, yang tadinya lemas, kini menekan lembut perut Isabella, seolah ingin menyentuh, merasakan keajaiban yang masih sangat kecil itu. "Seorang bayi? Anak kita?" "Benar," Isabella tertawa terisak, tangannya yang bebas

