77

1051 Kata

Esoknya, perjalanan ke Tuscany dimulai. Pesawat pribadi mendarat dengan mulus di Bandara Peretola, Florence. Udara hangat musim semi langsung menyambut Isabella saat melangkah keluar. Dia mengenakan blazer linen krem dengan celana panjang hitam sederhana—pakaian yang nyaman untuk perjalanan, tapi tetap elegan. Luca, yang duduk di sebelahnya selama penerbangan, mengeluarkan telepon. "Mobil sudah menunggu. Kita akan menuju Carrara—pusat tambang marmer." Isabella mengangguk, matanya menyapu pemandangan bukit-bukit hijau yang mulai berganti menjadi pegunungan berbatu di kejauhan. "Berapa lama perjalanannya?" "Sekitar dua jam," jawab Luca sambil memandu Isabella ke sebuah Mercedes hitam tanpa plat nomor. Sepanjang perjalanan, Isabella tak bisa melepaskan pandangannya dari jendela. Tuscany s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN