Daania memutuskan untuk keluar dari ruang rawat Mario tanpa tahu tujuan kemana ia akan pergi, langkah kakinya terus membawa wanita yang terlihat rapuh itu menyusuri lorong rumah sakit dengan kedua mata yang masih basah oleh bulir kesedihan. "Ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini? Kenapa aku hanya diberikan sedikit waktu saja untuk merasakan bahagia bersama Evans? Apakah sudah tidak ada harapan lagi, untukku bisa kembali dengan suamiku yang hatinya saat ini masih dibalut amarah? Sampai kapan aku harus melewati kehidupan tanpa arah bila jauh dari Evans seperti ini?" tanya Daania dalam hatinya yang terluka, sembari terus melangkah hingga dirinya tiba di lobi utama rumah sakit. "Apa aku terlalu serakah bila memaksa ingin terus bersama Evans? Tapi kenapa Tuhan harus seperti ini, Tuhan...

