Beberapa jam kemudian, kini Daania dan Evans telah tiba di rumah kediamannya yang baru. Mereka baru sampai pukul 18.30, saat hari sudah mulai gelap. Daania kini sudah berada di dalam kamar setelah diperintahkan oleh Evans untuk beristirahat dengan segera, namun Daania tak ingin ditinggalkan suaminya sendirian, akhirnya Evans pun menemani Daania yang tengah berbaring di atas ranjang. "Daania, sekarang kamu tidur ya, jangan pikirkan hal apapun yang malah membebani dirimu sendiri. Jangan takut, aku akan di sini menemanimu." Evans berucap dengan sangat lembut, jemarinya mengusap pucuk kepala Daania yang saat ini tengah berbaring dan berhadapan dengannya. "Kamu tidak datang ke pesta perusahaan? Datang saja tidak apa-apa, yang penting nanti temani aku di sini lagi ya!" pinta Daania dengan mem

