Hari ini Cahaya akan pergi meninggalkan tanah kelahirannya, Indonesia. Ia akan memulai kehidupan baru di negara lain. Tepatnya di negara Switzerland. Cahaya membawa lukanya ke negara asing untuk sembuh. Entah sampai kapan ia menetap di sana, atau bisa saja tidak kembali agar tidak mengingat masa lalunya. “Semuanya sudah siap, sayang?” tanya Syafira “Alhamdulillah, sudah siap, Bun.” Syafira mengangguk lalu menggenggam tangan putrinya untuk keluar kamar. Syafira dan Ardani akan mengantar keberangkatan putri mereka pagi hari ini. Kepergian Cahaya hanya diketahui oleh kedua orang tuanya, bahkan Arkana dan Kirana tidak mengetahuinya. Mobil yang mereka tumpangi pergi meninggalkan perkarangan rumah. Cahaya menatap keluar kaca melihat pemandangan Indonesia untuk terakhir kalinya sebelum ti

