Brak Naufal menendang mobilnya dengan cukup kencang, ia tidak peduli sekalipun mobilnya rusak. “Aarrgghh..” teriaknya “SIALAN!” “Dasar w************n! Bisa-bisanya dia menipu gue.” Naufal masuk mobil. Ia mencengkram kuat stir mobilnya sampai otot-otot tangannya begitu terlihat. Sekalipun ia marah, hal itu tidak akan merubah keadaan. Nasi sudah menjadi bubur. Kepercayaan yang ia berikan pada Zaskiya dihancurkan begitu saja, padahal ia sudah mengorbankan semuanya untuk sang kekasih. Bugh Bugh “Aarrgghh..” Naufal memukul stir mobilnya berulang kali melampiaskan amarahnya. Ternyata yang dikatakan Ibunya benar. Ia memang laki-laki bodoh, mudah diperdaya oleh seorang wanita. “Sialan!” “b******k!” “MURAHAN!!” berbagai macam umpatan terus keluar dari mulut Naufal. Ia tidak puas

