59

1461 Kata

Dimas pun berdiri dan berjalan mendekati meja kerja Meta. Lalu menatap wajah Meta yang memang sangat cantik. Maklum wanita blasteran tapi wajahnya asli indonesia. Agak sulit menhjelaskan tapi Dimas begitu menyukai Meta. Lebih tepat, ia sangat mengagumi Meta. Dimas melihat lekat du bola mata Meta yang memang sedikit belo, tapi menurutnya memang itu melotot. "Tuh, lihat dengan jelas, aku gak melotot kan? Ini memang belo," ucap Meta menunjukkan kedua matanya. "Tetep saja, kelihatan melotot, Bu ..." jawab Dimas semakin dekat ke arah Meta. "Ahh ... Kamu ini. Tidak bis amembedakan orang melotot karena marah atau memang mataku ini belo," jelas Meta begitu kesal. Dimas terkekeh lalau menjawab, "Tetap saja cantik kok." Dimas memuji dengan suara lembut. Kayaknya mulai sekarang, Dimas perlu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN