Angin terus meniup segala hal yang ada di muka bumi tanpa mengenal kata lelah. Dedaunan senantiasa menari mengikuti ke mana sang angin membawanya pergi. Debu-debu tak bertuan pun ikut berhamburan ke sana kemari tanpa tujuan. Hari semakin terik seolah-olah sang surya sedang memanggang para manusia. Meski ada banyak hal yang kurang menyenangkan di hari ini, masih ada satu hal yang membuat kedua sudut bibir Zulla melengkung lebar hingga membuat pipinya tampak bagaikan butiran telur. Tepat di hari ini, dosen sudah membagi mahasiswa yang sedang mengambil program profesi untuk menjadi co-as di rumah sakit mana saja. Seperti janji Marsel yang diminta Zulla, dia bisa menjadi co-assisten di Xim Medica Hospital berkat bantuan ayahnya yang berbicara pada dosen dan kebetulan Marsel kenal akrab dengan