Empat puluh dua

1535 Kata

Jordan menatap Mama dan Papanya bergantian, dia ragu antara menceritakannya atau tidak. Dia menggenggam kalung itu di dalam saku celananya dengan erat.  "Pa." Panggil Jordan pelan, sangat pelan hingga dia harus memangggil kembali sang papa, karena pria itu tidak mendengarnya.  "Papa!" panggil Jordan keras, ini yang ketiga kalinya. Dan sang papa tidak kunjung menengok ke arahnya. Justru sang mamalah yang menoleh dengan alis terangkat tinggi.   "Kamu di panggil Jordan tuh," kata Jasmine pada Jonathan yang sibuk memandanginya. "Ada apa, Jo?" tanya Jonathan kemudian.  "Kita nginap atau pulang, Pa?" tanya Jordan, dia memutuskan untuk bercerita dengan papanya saja nanti. Pertanyaan Jordan membuat Jonathan kembali melirik Jasmine, dan melihat gelengan di kepala wanita itu Jonathan mendesah l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN