Masih sambil mengusap-usap dahinya yang terasa sakit, Jessica mendongak untuk melihat siapa yang tadi bertabrakan dengannya. Matanya langsung bertemu dengan seorang pria, wajahnya cukup tampan, tapi jelas dia sudah lebih dewasa—mungkin seusia dengan Leon, suami sahabatnya. "Kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan nada datar. Jessica mendengus, tak kuasa menahan rasa kesal. "Baik-baik saja gimana sih, Om? Nggak lihat ini jidat aku, sakit tahu!" ujarnya dengan nada gerutu. "Lagi pula, jalan kok nggak lihat-lihat!" Dia tampak terkejut dengan sebutan itu. "Apa kamu bilang? Om?" Pria itu menaikkan alis, nadanya terdengar sedikit jengkel. "Sejak kapan saya menikah sama tante kamu? Dan satu lagi, saya tanya kamu baik-baik, kamu malah nyolot! Lagi pula, saya juga tidak sembarangan jalan. Kamu yan