Amarah Rangga

1606 Kata

Di sebuah cafe di kota Jakarta, kini Rangga berada, bersama teman-temannya. Di mana dia sedang menonton bola bersama. Di riuhnya suara manusia, dan di balik tawa Rangga, perasaan Rangga tetap masih tidak enak. Pikirannya terus berputar-putar, tentang Alya dan Evan yang sedang makan bersama. Entah sudah berapa batang rokok yang telah dia habiskan. Dani yang melihat Rangga dengan sikap seperti itu pun merasa heran padanya. "Lu kenapa sih? Kaya yang lagi banyak pikiran?" tanya Dani. Rangga menghisap sebatang rokok dan mengepulkan asapnya. Rangga membuang puntung rokok ke dalam asbak, dia menuangkan bir ke gelas kecil yang ada di hadapannya, dan langsung meminumnya dengan sekali tegukkan. Rangga hanya menggelengkan kepalanya. Lalu kembali menghisap rokok yang diapit diantara kedua jarinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN