SEMBILAN PULUH

1464 Kata

Tidak bisa! Niel tak bisa lagi menahannya. Ia benar-benar ingin mencium bibir kesayangannya. Sedangkan membutuhkan waktu lebih dari tiga menit untuk sampai di kamar mereka dan Niel tak sanggup. Ia perlu tempat terdekat untuk sedikit meredakan gejolak di dadanya. Pria itu memutar laju kakinya, mendekati sofa ruang tamu. Mendudukan Zeusyu disana dengan punggungnya yang masih melengkung. “Eh.. Nggak jad..” Kalimat bernada tanya itu tak sepenuhnya terlontar karena Niel membungkam mulutnya. Mana mungkin tidak jadi? Bayang-Bayang penyatuan mereka bersama desahan merdu sang istri telah menyabotase seluruh isi pikirannya. Para asisten rumah tangga yang melihat itu kontan membalikan tubuh mereka. Ketiganya menghindari adegan intim sang putra mahkota. Memilih kabur dibandingkan mengganggu acara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN