DELAPAN PULUH

1441 Kata

Niel mencoba mengatur napasnya yang tak beraturan. Baru saja anaknya terlahir ke dunia dan masih kecil itu sedang dibawa masuk ke dalam rumah sakit untuk dibersihkan. Ya— penerus kebanggannya terpaksa harus dilahirkan di dalam mobil. Kepalanya yang mungil itu sudah terlihat ketika rombongan tenaga kesehatan menghampiri mereka. Alhasil, tidak ada jalan lain, selain melakukan persalinan pada situasi yang tergolong unik. “Anak gue lahirnya nggak elit banget!” desah Niel meremas rambut hitamnya. Padahal ia sudah melobi pihak rumah sakit agar diberikan izin untuk merekam persalinan Zeusyu. Sekarang ia justru tak memiliki kenang-kenangan, dimana penerusnya menangis untuk pertama kalinya. Boro-Boro membawa kamera yang telah disiapkan, mengeluarkan ponsel saja ia tak bisa. Dirinya harus memegan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN