Sembilan Puluh Sembilan

1348 Kata

“Mama, aaaaakk!!” Xavier menyodorkan sendok berisikan cidukan es krim ke depan mulut Zeusyu. Keluarga kecil kurang bahagia itu sedang tertekan, tapi tidak dengan si anak yang tampak begitu bahagia. ‘Ya Allah, ampunilah dosa Mama dan Papa saya,’ batin Niel, kala melihat kelakuan anak pertamanya. Anak pertama mereka itu, benar-benar menyebalkan. Dia membuat Zeusyu harus memakan banyak es krim. Sepertinya jika Niel tak salah hitung, ini sudah cup ke 5 Zeusyu. Xavier mencari mati. Tidak tahukah anak itu slogan, ibu-ibu merupakan ratu dunia?! Bukan hanya mafia jalanan, merekalah pemilik alam semesta versi manusia. Beraninya anaknya merundung mamanya sendiri. Sepertinya Xavier sudah bosan hidup di dunia yang penuh tanda tanya ini. Mungkin anak itu ingin segera berjumpa dengan para sipir ner

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN