“XAVIEEERRR!!!” Zeusyu yang tengah membuang air kecil di kamar mandi bergegas menyelesaikan hajatnya. Perempuan cantik itu tak berlama-lama ketika mendengar teriakan maha dahsyat suaminya. “Kenap.. Abang XAVI!” Pekik Zeusyu setengah berteriak. Mata membola sebesar dunia. Perasaan ia baru beberapa menit menitipkan si kecil Viera ke tangan kakaknya, tapi anak ke duanya itu sudah tak lagi berbentuk normal, seperti terakhir kali dirinya tinggal. “Cil, Bocil! Buyut kamu di surga nangis darah ini pasti!” Gerutu Niel sembari melepaskan ikatan scarf milik istrinya dari tangan dan kaki anak keduanya. Memang benar-benar minta dipesantrenin kelakuan si bocil kematiannya. Adiknya sendiri dianiaya coba. “Api mau culik Viera, Papa.” Hah, Permainan apa lagi ini coba?! Setelah wajah adiknya dilukis
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


