ENAM PULUH ENAM

1287 Kata

“Kamu kenal sama perempuan tadi?” “yang mana, Sayang?” tanya Niel balik. Entah perempuan mana yang Zeusyu maksudkan, Niel tak mengerti. Di matanya hanya Zeusyu seorang-lah yang dirinya anggap sebagai perempuan, sedangkan yang lainnya dirinya cap sebagai perempuan jadi-jadian. “Tadi yang ngobrol sama kamu. Aku lihat kok.” Niel menarik kursi yang akan Zeusyu duduki, “di depan kamar mandi?” Ia mempersilahkan Zeusyu dengan tangannya. “Iya..” Keduanya menjadi pusat perhatian Jeno, Zikri, Alvian dan Rega. Teman-Teman Niel itu memperhatikan interaksi keduanya, saling lirik satu sama lain, sebab merasakan adanya tanda-tanda buruk dari percakapan mereka berdua. “Itu loh, Yang. Cewek yang ku ceritain tempo hari, yang kasih aku makanan.” “Oh, itu..” Teman-Teman Niel menelan ludah. Sepertinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN