“Begitu syulit lupakan Zeu, apalagi Zeu punya temen..” Dendang Zikri tak peduli jika pandangan sang pemilik wanita sedari tadi menghunus kepadanya. “Begitu syul..” Dendangan itu berhenti ditengah jalan melihat tangan Niel terangkat ke udara. “Hehe.. Canda Mas Bray,” cengir Zikri, menampakkan gigi atasnya. “Gue kan mau hibur lo,” alibinya agar tak terkena bogem mentah. “Udah sih, kan bukan kali ini doang Zeu dapet coklat dari penggemarnya.” Rega mencoba mendinginkan kecemburuan sahabatnya. Niel tiba dengan tampang tak enak untuk dilihat. Ketika diusut, ternyata hanya karena istrinya memiliki fans. Alvian tak tahu jika sahabatnya begitu kekanakan setelah menikah. Terlihat bukan seperti Niel yang dirinya kenal. “Dia berani ngasih depan gue!” Emosi Niel kembali membuncah. Ia mengingat-ingat

