ENAM PULUH SATU

1372 Kata

“Astaga, Ay. Engh!!” Erangan Niel mengudara bersama tubuhnya yang bergerak naik turun diatas Zeusyu. Pria itu memacu gairahnya sesaat usai keduanya masuk ke dalam kamar. “Tutup pintunya woi!!” “Niel!!” Spontan Zeusyu mendorong tubuh Niel hingga penyatuan keduanya terlepas. Matanya menatap pada pintu kamar yang masih terbuka. Di sana berdiri ibu mertuanya yang terkikik sembari menutup mulutnya. Niel kontan saja menyambar selimut. Pria itu lalu melapisi tubuh keduanya. “Mama bisa nggak sih, nggak gangguin kita! Lagi enak-enaknya, Mama!!” Teriaknya, murka. Kepalanya berdenyut merasakan percintaan yang terjeda. “Salah kamu, ena-ena kok pintunya nggak ditutup. Untung Mama yang naik ke atas,” ucap Amel membela dirinya. “Mama tutupin nih. Lanjutin lagi gih,” seolah tanpa dosa, wanita itu mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN