Kikan tidak tahu tujuan Anna mengajaknya, terus berjalan hingga mereka sampai di ruangan yang lebih nyaman, suara gemercik air menenangkan berasal dari sebuah akuarium besar dan koleksi ikan hias mahal milik Kai. Seorang pekerja datang membawakan, sebuah teh dari aromanya, Kikan tahu jenis teh itu, “Tea Forté?” tanya Kikan saat menghirupnya. Anna langsung menatap menantunya. “kamu tahu?” “Tea premium yang tidak pasaran, memiliki cita rasa klasik. Mendiang ayahku dulu sangat menyukai cita rasa teh ini, Mom.” Anna tersenyum, “ternyata satu selera ya Mom dengan mendiang ayahmu.” Harga teh itu memang bukan yang mahal sekali, kisaran jutaan, tak sampai puluhan juta. Dikirim langsung dari luar. “Di minum, kamu akan rileks.” “Dari jauh aromanya udah kecium sekali,” Kikan mengangkat