85. Sebuah Pengakuan

2316 Kata

“Dad, maaf kamu jadi pusing gara-gara aku berdebat sama perempuan itu," ujar Raline penuh sesal setelah berhasil menyingkirkan Renata dari dalam kamar Noe. Raline jadi tidak enak hati karena membuat Noe sampai terbangun gara-gara perdebatannya dengan wanita itu. “Tidak apa, Ral.” Noe menggeleng lemah, tetapi samar ada senyum lembut terulas di wajahnya. Sedetik kemudian, Noe mengulurkan tangan ke arah Raline, sepertinya meminta wanita itu mendekat. Tanpa ragu sama sekali Raline langsung menghampiri Noe, menyambut uluran tangan pria itu, kemudian duduk di sisinya. Raline begitu bahagia melihat senyum lembut yang membayang di wajah Noe. Senyum yang dua pekan terakhir seolah lenyap dari wajah Noe, terutama untuknya. “Kamu belum makan ya?” tanya Raline saat melihat makanan untuk Noe masih pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN