Bruk! “Hei! Sial!” Beby kesal saat tubuhnya harus bertabrakan dengan seseorang. Tubuhnya yang berkeringat setelah melakukan senam, terpaksa harus sekilas menempel di permukaan tubuh lawan tabrakannya. Beby mengangkat wajah dan menatap si penabrak. Tak lain Aska. Aska mengawasi penampilan Beby yang mengenakan kaos serta celana jeans selutut. Ekspresi pria itu tampak sangat keheranan. Dia geleng-geleng kepala. “Beb! Kamu barusan senam?” Tanya Aska. “Bukan urusanmu.” Beby memalingkan wajah. Aska, pria yang dianggap Beby si penyimpan dendam itu mengawasi Beby dengan tatapan penuh selidik. “Tunggu tunggu, aku boleh mengatakan sesuatu ke kamu kan?” ucap Aska dengan tatapan serius. “Aku capek. Lain kali aja, ya. Ini hari libur. Aku ingin bersantai ria. Sementara kepalaku jadi pusing