Happy Reading ❤ Elisa mendengus kesal melihat isi pesan yang dikirim oleh Rifai. 'Ngapain harus ke kamar si, kan bisa ngomong tinggal ngomong.' batinnya kesal. Ponsel Elisa kembali berbunyi. Rifai kembali mengirim pesan untuknya. From: i***t Rifai "Aku ngga akan berbuat macem-macem." Begitu pesannya. Mungkin Rifai tahu kegundahan yang Elisa alami sehingga tidak sampai-sampai dikamarnya. Tapi lagi-lagi Rifai mengirim pesan untuknya. From: i***t Rifai "Kecuali kamu yang minta." Begitu pesan terakhir yang membuat darah Elisa naik. Ingin sekali Elisa menendang b****g Rifai. Elisa memang ragu untuk pergi ke kamar karena, ia takut pada dirinya sendiri yang mungkin tidak bisa mengendalikan diri jika berdekatan dengan Rifai. Dengan tekat yang kuat karena menyangkut kekasihnya. Elisa