86

1503 Kata

Amindita menarik napas panjang, mencoba mengatur ritme jantungnya yang masih berdebar kencang setelah pelepasan pertamanya yang begitu hebat. Namun, api di matanya belum padam. Kini, giliran dia yang memegang kendali. "Berdiri, Mas," titah Amindita dengan suara yang rendah namun sarat akan otoritas. Praditya menurut tanpa bantahan. Ia berdiri dengan napas yang memburu, penampilannya benar-benar berantakan—jauh dari citra CEO Ararya Group yang selalu rapi. Rambutnya acak-acakan, kemejanya terbuka lebar, dan yang paling memicu gairah Amindita adalah bibir suaminya yang masih basah oleh sisa cairan miliknya sendiri. "Kamu suka, Mas?" Amindita berbisik lembut sembari menyeka bibir suaminya dengan ibu jari, lalu tanpa menunggu jawaban, ia melumat bibir itu dengan penuh tuntutan. "s**t! Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN