Suasana di dalam pusat perbelanjaan mewah di Jakarta Pusat sore itu cukup ramai. Didampingi oleh sekretaris junior pilihan Praditya yang bernama Tari, Amindita melangkah anggun memasuki salah satu gerai kosmetik dan perawatan kulit ternama. Aroma wangi esensial yang menenangkan langsung menyambut penciuman mereka begitu melewati pintu kaca toko. Sepanjang jalan dari kantor tadi, Amindita memperhatikan gerak-gerik Tari yang tampak sangat kaku dan serba salah. Wanita muda itu berjalan setengah langkah di belakang Dita, matanya waspada seolah-olah sedang mengawal seorang ratu negara. Melihat sebuah konter skincare organik yang ia cari di sudut ruangan, Amindita menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Tari sambil tersenyum ramah. "Tari, santai saja. Jangan tegang begitu, anggap saja kam

