88

1711 Kata

Lima hari di Surabaya berlalu seperti putaran angin puyuh yang intens. Proyek pelabuhan telah mencapai titik kesepakatan final, dan diplomasi antar keluarga telah mempererat ikatan yang sempat retak. Kini, Range Rover hitam milik Praditya meluncur halus meninggalkan kemegahan Hotel Aryasatya, namun arahnya bukan menuju gerbang tol Surabaya-Gempol untuk kembali ke Batu. Amindita yang duduk di kursi penumpang menoleh ke arah suaminya dengan kening berkerut. Ia menyadari mereka sudah melewati batas kota, namun jalanan yang mereka lalui kini semakin menyempit dan dipenuhi oleh pepohonan rindang di sisi kiri dan kanan, jauh dari hiruk-pikuk pusat industri. "Mas, kita mau ke mana? Ini bukan jalan pulang ke Batu, kan?" tanya Amindita pelan. Matanya menatap keluar jendela, mencoba mengenali petu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN