"Lekas telepon ibumu, bilang kalau malam ini kamu ngga pulang. Terserah apapun alasan yang mau kamu buat." Segala perintah yang Bian berikan hanya bisa Keyra respon dengan gelengan kepala. Bukan tanpa alasan, pasalnya kini tubuh Keyra sedang digagahi tanpa henti oleh pria itu. Berkali-kali Keyra memohon maaf bahkan ampun, semua tidak ada yang digubris. Dan sekarang apa? Diminta telepon Airin dalam kondisi seperti ini? Tanpa melepaskan penyatuan, Bian mengambil ponsel milik Keyra yang tergeletak tak jauh darinya. Dengan lihai dia mencari kontak Airin, lalu menghubungkan panggilan. Bian menempelkan benda pipih itu ke telinga Keyra, tentu wanita itu kaget dan menolak. Kepanikan Keyra memantik senyum iblis Bian. Padahal awalnya niat dia buat seperti ini. Niat Bian meminta Keyra datang ke apa

