“Permisi, Pak. Apa benar Bapak panggil saya? Ada yang bisa saya bantu atau ada apa ya, Pak? Apa saya buat kesalahan?” Bian menatap wanita yang berdiri dihadapannya. Jarak mereka hanya terpisahkan oleh meja yang berada di tengah-tengah. Sudah cukup satu bulan dia diam tanpa mengambil langkah apapun, dan hari ini dia sudah memutuskan sesuatu. Maka dari itu Bian ingin menyelesaikannya satu per satu. “Kamu tahu di mana Keyra sekarang? Maksud saya, dia tinggal di mana? Karna kata tetangga di sana, Keyra tidak lagi ada di rumah. terakhir Keyra ada di rumah seminggu yang lalu.” Untuk sesaat Chatrine terdiam. Bukan hanya kaget karena tiba-tiba bosnya bertanya soal Keyra, dia juga baru tahu kalau Keyra tidak lagi tinggal di rumahnya. karena pas menjenguk di rumah sakit, dia tidak sempat bertanya

