Tidak Gratis

1151 Kata

Setelah kurang lebih dua minggu menggantung keputusan, pada akhirnya Bian sudah memantapkan pilihan. Selain karena lelah diteroror Flora, tentu Bian juga lelah menghadapi Devinka. Bian berharap keputusan yang dia ambil bukanlah jalan yang salah. Setelah selesai meeting Bian kembali ke kantor. Hari ini dia meeting tanpa didampingi oleh Keyra. Hampir tiga bulan berlalu, pekerjaan Keyra memang sedikit meningkat. Setidaknya Bian tidak menyesal menerima Keyra sebagai sekretarisnya. Tok! Tok! “Masuk!” sahut Bian. Pintu terbuka, Bian menatap seseorang yang masuk ke dalam ruangannya. Orang yang datang itu sudah bisa Bian tebak, makanya dia langsung mempersilahkan tanpa fikir panjang. Tatapan Bian tak luput sedikitpun, dia seakan terpanah walaupun sudah sering melihat. “Bapak panggil saya? Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN