“Kenapa wajah kamu? Ngga suka saya suruh ke sini? Seharusnya jadwal kamu itu kemarin, bukan sekarang.” “Kamu masih bisa tanya kenapa disaat kamu udah tau jawabannya?” Bian memiringkan wajahnya, menatap lekat Keyra yang berdiri tepat dihadapannya. Tidak seperti biasanya, malam ini wajah Keyra memang kelihatan sangat lelah. Tapi apapun itu, Bian tetaplah Bian, dia tidak perduli dengan partnernya. Karena di sini Bian merasa sudah membeli Keyra. Tidak memperdulikan pertanyaan Keyra, Bian menggendong tubuh Keyra membawanya duduk di atas meja makan. Jika biasanya Keyra memberontak, kali ini tidak. Itu semua karena dia sudah lelah, energinya sudah terkuras habis. Keyra yang sudah duduk di atas meja menatap Bian dengann wajah datar. Satu kecupan Bian sematkan di bibir mungil itu. lagi-lagi Keyr

