"Tuan, tangan anda!" Lee yang saat ini sedang mengantar Dirga menemui Zia terkejut mendapati tangan Dirga terluka. Namun Dirga hanya diam, menatap kepergian Nona Zia yang semakin lama semakin menjauh. "Tuan, apa tidak sebaiknya kita mengejar nona?" tanya Sekertaris Lee lagi. Takut Tuannya belum tidak sadar atau melamun. "Tuan, kita jemput nona Qeela kemudian kejar Nona Zia, ya!" ucap Sekertaris Lee lagi. Sungguh, dia tidak ingin melewatkan hal ini. Namun baru saja Sekertaris Lee hendak menginjak gas, suara Dirga mengejutkannya. "Biarkan saja, Lee," katanya. Sekertaris Lee menoleh, "Anda serius, Tuan?" "Ya, jemput saja Qeela. Kita kembali kerumah setelah ini," titah Dirga dingin. Dan tanpa protes lagi Sekertaris Lee menjalankan kendaraan mendakati Lia, mempersilahkan Qeela dan gadis i

