Serangan

1132 Kata

"Siapa, mas?" tanya Zia sontak, ketakutan. Dirga tertegun. "Apa?" "Mereka siapa, Tuan?" ulang Zia. Dirga menggeleng. "Tidak, bukan itu maksudku. Kau panggil aku apa tadi?" "Tuan," jawab Zia sederhana. "Tidak! Sebelum itu!" "Sebelum itu?" tanya zia. Dahi gadis berwajah cantik itu berkerut. Apa sebelum itu? Emng dia panggil apa sampai Dirga seinget itu. Zia terdiam, mengingat-ingat. 'Mereka siapa, Mas?' Ah Zia bodoh! Kenapa kau bisa panggil kata itu sih. Wajah Zia sudah merenggut malu, sedang Dirga tersenyum smark. Zia baru saja menumbuhkan sesuatu yang layu diri tubuhnya. "Ulangi," pinta Dirga. "Apa?" "Ulangi kau memanggilku mas tadi," pinta Dirga kukuh. Sedang Zia sudah melotot. Ih, apaan seperti itu. "Ulangi atau aku akan menciummu," ancam Dirga sudah mendekat. Sedang Z

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN