“Mas, kamu udah janji mau ketemu sama Arhan dan bicara sama dia. Bagaimana kalau besok?” tanya Vania sambil mendongakkan kepalanya menatap suaminya itu. Adrian berdecak kesal karena pertanyaan Vania itu. Adrian semakin menarik Vania ke dalam pelukannya dan mengusap punggung terbuka istrinya yang masih terus menggoda baginya. Arhan memang sudah cukup umur berbeda dengan Vania yang memang jauh lebih muda darinya saat dinikahinya. Namun energi Adrian masih luar biasa, sehingga Vania memang harus mengimbangi suaminya itu. Mereka baru saja melalui malam yang begitu menggairahkan, tubuh telanjang keduanya saling menempel yang ditutupi oleh selimut itu. Walaupun mereka sudah berumur, namun hubungan mereka masih saja harmonis dan terlihat mesra. “Jadi tujuan kamu tadi kasih nomor kamu karena