18.Melamar

2550 Kata

Malah diam aja sih si om??. Padahal aku sudah selesai makan. Malah merokok. “Abby!!, kamu mau kemana??” jedanya saat aku berdiri dari dudukku. “Pulang” jawabku lalu bergerak menuju kamar. “Abby….please ..” rengeknya mencekal tanganku lagi setelah berhasil menyusulku ke kamar. Tentu langsung aku tepis cekalan tangannya pada tanganku. “Apa lagi??. Aku mah pulang ke rumah om dan tanteku. Aku sudah bilang juga kalo aku menolak kamu nikahi” jawabku. Malah menatapku lekat sampai aku grogi sendiri. “Aku gak mungkin menikah dengan monster macam kamu!!” jeritku supaya dia berhenti menatapku dengan tatapan yang seperti mengintimidasi aku. Tapi dia tetap diam. “Lebih baik aku hidup dalam keadaan miskin dan tidak punya uang di banding aku harus hidup dalam ketakutan karena kelakuan bar barmu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN