"Ayah." Roni mengelus pipi Sean. Balita imut itu masih setia berada di pangkuan sang ayah. Matanya sudah kembali mengantuk. "Iya, Boy." Sean mengelus pelan punggung Roni hingga perlahan mata menggemaskan itu terpejam sempurna. Sean menghela nafas panjang. Diliriknya wanita yang berhasil membuat hatinya tertambat. Amelia yang sedari tadi menatap Roni, merasa jika Sean tengah menatapnya. Kedua mata mereka bertemu, saling mengunci. Namun, itu tidak lama. Amelia memutuskannya terlebih dulu. Dia tahu Sean menyimpan banyak pertanyaan untuknya. Hanya saja, Amelia tidak tahu harus memulainya dari mana. Bagaimana jika Sean justru mengejek dan menertawakan masa lalunya? Hanya orang bodoh yang bisa kehilangan seluruh aset dan warisan karena cinta. Amelia mengepalkan tangannya. Perlahan, dia