Melani sedang duduk dengan gelisah. Berkali-kali dia melihat jam di tangannya. Berkali-kali pula dia menatap pintu coffee shop ini dan berharap wajah yang dia kenal akan melewatinya. Namun, yang ditunggu tidak juga datang. Wanita cantik itu mendengkus. Diraihnya sedotan di depannya dan dia kembali meminum jus semangka itu hingga tersisa separuh. Sudah sepuluh menit dia menunggu. Jika bukan karena takut kehilangan Sean, Melani tidak akan melakukan ini. Sungguh, meski dia begitu menyukai Sean, mengancam calon istri Sean tidak pernah terpikir olehnya. Dia ingin mendapatkan Sean dengan cara yang elegan. Namun, dia menyadari tidak mudah mendekati penerus ABS Grup itu. Entah apa yang ada di pikiran Sean. Tidur dengan semua wanita panggilan itu dia mau, tapi tidak mau tidur dengannya. Melani