Siang hari, sesuai janji, Lukas datang bersama ibunya di jam besuk. Berbarengan dengan kedatangan Laila, yang juga kembali menengok kondisi putri sulungnya. "Ibu udah dateng?" Evan meraih tas berisi baju, juga kantung plastik berisi buah dan cemilan, dari tangan Laila, saat ibu mertuanya itu memasuki kamar rawat Ciara. Kemudian mencium tangan Laila takzim. "Iya." Laila memutar tubuhnya sedikit. Lalu melirik pada dua orang, yang berjalan di belakangnya sejak tadi. Hanya saja, mereka berdua tak ikut masuk bersama Laila. Melainkan, berdiri menunggu di depan kamar rawat Ciara. "Ngomong-ngomong, kamu kenal sama dua orang di depan itu, No." Evan membuka pintu lebih lebar, dan melongok ke arah yang Laila tuju. Dapat Evan lihat, Lukas berdiri berdampingan dengan seorang wanita paruh baya, yang