Bab 107

474 Kata

Sore itu Matteo berdiri di depan pintu rumah dengan wajah datar, tangan kirinya menggenggam tali anjing berwarna biru muda. Di ujung tali itu, anjingj kecil milik Zenia melonjak-lonjak kegirangan, ekornya bergerak liar seolah baru saja memenangkan hadiah besar. Matteo menatapnya dengan tatapan kosong yang jelas menunjukkan satu hal: ini bukan kegiatan yang ia pilih sendiri. Zenia berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan tangan di d**a, senyumnya lebar dan nyaris menggoda. “Jangan cemberut begitu. Anggap saja olahraga sore.” “Aku biasa olahraga di gym, bukan jadi pengasuh anjing,” gumam Matteo pelan. Anjibng kecil itu menarik tali dengan semangat, membuat Matteo sedikit tersentak. “Pelan,” ucap Matteo refleks. Anehnya, anjing itu benar-benar melambat, lalu menoleh ke arah Matteo seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN