Nadira kembali ke rumah dengan lunglai. Alih -alih ingin berubah menjadi lebih baik malah ia tak senaja menimbulkan masalah besar. Surat peringatan ketiga yang ada di tangannya hanya di tatap lemas oleh Nadira. Bagaimana ia bisa menyampaikan berita buruk ini. Mama Ayu pasti akan sedih dan menangis semalaman, bahkan esok paginya ia akan mengadu ke makam Papa untuk menceritakan betapa buruknya perilaku Nadira saat ini sepeninggal Papa. "Aku gak bisa." Batin Nadira kesal. Kenapa juga ia tadi harus tersulut dengan omongan nyinyir Rini. Mungkin kalau Nadira tidak terbawa emosi tadi, Dira tidak akan mendapatkan surat peringatan macam ini. Baru saja tadi pagi, Dira berjanji tidak akan nakal lagi dan berubah seperti dulu. Tapi apa? Janji itu ama sekali tidak terjadi malahan ia harus memberik

