Lova malu setengah mati. Ditambah saat ini ia sedang labil sekali. Kalau pun bersama Rey, Lova tidak ingin hubungannay terpublikasi. Lagi pula, Ia dan Rey masih punya hubungan pacar pura -pura lalu tunangan kontrak. Dan sekarang malah melamar. "Dasar dosen gila," umpat Lova kesal penuh amarah. Bayangkan saja, bagaimana, Rey benar -benar seperti sedang mempermainkannya. Lova berlari keluar dari runagan kelas dan arah tujuannya entah kemana. Tasnya ia tinggal. Semua orang di kelas malas ikut bersedih karena drama barusan masih menggantung. “Dasar dosen gila,” umpat Lova lirih tapi penuh emosi. Langkahnya makin cepat, hampir berlari menyusuri lorong kampus. Nafasnya memburu, dadanya sesak bukan karena capek, tapi karena otaknya terlalu penuh. Lamaran di kelas. Tatapan orang- orang. Te

