Lova menambah tenaganya untuk berlari secepat kilat. Tapi tenaga dan energi si botol yakult itu kan tidak ada apa -apanya dibanding tenaga Pak Rey yang kuat seperti kuda sumbawa. Pelan tapi pasti, Pak Rey tetap bisa mengejar Lova yang mati -matian berlari kencang. Keringatnya sudah mengucur diseluruh tubuh Lova. Lihat saja semakin licin dan kemilau saat terkena sinar matahari. "Pelan -pelan aja. Nanti tenaga kamu habis," ucap Rey lagi. Lova menoleh ke arah Rey dan kembali menatap ke arah depan. Lova sudah lama sekali tidak joging. Napasnya mulai terengah -engah padahal baru mulai. Tubuhnay mendadak lemas juga. Ia memelankan langkah kakinya dan kemudian mulai berhenti sambil mengatur napasnya yang ngos -ngosan. "Saya bilang apa. Santai aja. Jadi gini kan. Kita istirahat dulu deh. Itu di

