Hari semakin sore, Lova sama sekali tidak curiga akan ada acara di rumahnya itu. Padahal acara itu dipersiapkan untuk dirinya. "Ma ... Kamu yakin kalau acara ini bakal sukses? Kalau Lova marah gimana?" tanya Candra ikut pusing dengan keputusan sepihak Ayu yang sama sekali tidak mengadakan rapat pleno terlebih dahulu ingin membuat acara pertunangan. Ayu mengangkat wajahnya dan menatap sang suami yang terlihat cemas dan khawatir. Lova itu memang anak baik yang penurut. Tapi, Ayu juga janagn lupa, kalau gadis itu sangat keras kepala dan galak. Kalau taringnya sudah keluar jangan harap bisa dengan mudah melepas taring itu kembali. "Papa sayang, ini juga demi kebahagiaan kita kan? Lova itu anak kita satu -satunya. Kita mau cepet punya cucu. Kamu kan tahu, aku gak bisa punya anak ..." ucap Ay

