25

561 Kata

Lova duduk di bangku paling depan bersama Ega. Seperti biasa, dua sejoli sahabat itu selalu berdekatan bagai pinang dibelah dua. Lova duduk dengan kedua tangan di meja. Ia memegang pulpen dan memainkan pulpen itu di jarinya. Pandangannya memang ke papan tulis sambil melihat tulisna yang sama sekali tak dibaca oleh Lova. Padahal, Rey sedang menjelaskan di depan kelas. Lova melamun. Pikirannya melayang entah kemana. Maih hinggap di masalah tadi pagi. Masalah yang terpendam selama dua puluh tahun. "Coba Lova maju ke depan dan jelaskan kembali," titah Rey pada Lova. Lova tetap diam. Pikirannay memang tidak sedang fokus berada di kelas. Rey mengulang pertanyaannya kembali. Smeua teman -teman di kelas Lova menatap ke arah Lova yang masih menatap ke depan tanpa berkedip. Rey menutup spido

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN