Bab 51 Sedikit Cerita Dari Ibu Sasti

1623 Kata

Hampir dua minggu berlalu dari insiden penembakan Zein Angkasa. Lelaki itu sudah semakin membaik kesehatannya meski belum di perbolehkan keluar dari rumah sakit. Namun setidaknya sudah bisa bercakap dengan anggota keluarganya. “Sayang, kamu harus mulai kembali ke kantor, harus ada yang handle pekerjaan di sana. Jangan sampai kondisiku yang seperti ini dan kondisi kantor yang kosong berimbas pada nilai saham perusahaan kita,” nasehat Zein Angkasa lirih ketika Cinta duduk di sampingnya sambil menggenggam erat tangan sahabat kedua orang tuanya yang kini lebih di rasa Cinta sebagai pengganti orang tua kandungnya. “Baik Pak Zein, besok saya mulai bekerja, jawab Cinta sambil tersenyum. “Mulai sekarang kamu harus adil, Angel sudah kamu panggil mama, bagaimana dengan Pak Zein ini?” ucap protes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN