Jessy menatap was-was pria berwajah garang di hadapannya, dengan jas yang sudah melayang entah kemana, dan kemeja putih yang sudah tergulung hingga siku, bahkan dasi licinnya sudah beberapa kali ia longgarkan. "Jadi, ada yang ingin kau jelaskan, Nyonya Peterson?" tanyanya seraya berkacak pinggang. Wanita itu menelan ludah susah payah, pria menawan di depannya begitu menggoda, aura garang pria itu malah semakin membuat Jessy terpesona. "Tidak ada," jawabnya singkat, ia berusaha keras agar tetap terlihat tenang. Pria itu semakin berdecak kesal. "Kau jalan dengan pria lain, dan tidak ingin menjelaskan? Hebat sekali!" sinisnya seraya melipat tangan di d**a. Jessy ingin sekali memutar bola mata saking kesalnya, tapi ia tahan karena menyadari predator di hadapannya ini sedang dalam keada
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


