Denis sudah sampai di Bali. Ia sudah berada di Hotel dan sedang membuat pertemuan dengan seseorang misterius yang selama ini dipercaya memberikan informasi tentang Nayara dan putranya. Memang tidak semuanya benar tapi tujuh puluh lima persen banyak benarnya. Sekarang Denis menunggu informasi tentang keberadaan putranya yang masih simpang siur. Ponselnya berbunyi keras dari dalam kamar hotel. Sedangkan Denis berada di balkon kamar sambil menikmati sarapa pagi yang masih hangat karena baru saja di antar ke kamarnya. Denis berlari masuk ke dalam kamar sambil mengunyah makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Denis langsung mengangkat nomor misterius yang ia beri nama kontak sebagai informan. (Ya, Hallo ...) Suara Deni berat berharap cemas. Jantungnya sedang menari di dalam tubuhnya

