Sepulang dari kantor, Utama menemui Kakek Mahesa yang duduk di taman belakang sambil minum s**u yang bagus untuk tulang di usia senjanya. "Kakek ..." panggil Utama yang ikut duduk di kursi besi sambil menggulung lengan kemjanya hingga sampai siku. "Hmmm ..." jawab sang kakek dengan lembut. Kakek Mahes berdiri di atas rumput yang kering dengan posisi kuda -kuda untuk menguatkan kakinya. Tatapan Kakek Mahesa tetap ke depan sambil mengulurkan tangannya ke depan. Ia harus sering -sering berlatih untuk membuat tubuhnya sehat karena berolah raga. "Kek ... Duduk dulu. Aku mau ngomong," ucap Utama seperti sedang merengek meminta sesuatu. "Tinggal bilang saja. Pake nyuruh -nyuruh orang tua untuk duduk," sentak Mahesa kesal. "Ishh .. Tua -tua baperan," goda Utama tertawa. Mahesa menoleh ke a

