54

1162 Kata

DEnis mengetuk pintu kamar unit apartemen sesuai dengan alamat yang diberikan Sifa kemarin. Bel di depan pintu juga sudah ia tekan tapi pintu apartemen tak kunjung dibuka juga. Ketukan di pintu kamar semakin keras dan Denis memanggil nama Sifa agar terdengar sampai di dalam. Tak lama, pintu kamar itu terbuka dan Sifa tersenyum lebar. Ada kepuasan tersendiri melihat Denis datang dan mau mampir ke apartemennya. Ini bukan suatu kebetulan tapi ini sudah menjadi bagian dari rencananya. "Masuk Mas ..." titah Sifa membuka lebar pintu kamar unit itu. Denis hanya menatap Sifa dan enggan melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ia termasuk laki -laki yang tidak mudah tertipi dari tipu daya perempuan. Dulu Sukma dan kini Sifa yang sudah merubah dirinya dari wanita alim menjadi wanita binal. Untuk a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN